ILMU SOSIAL DASAR
ILMU SOSIAL DASAR
Tujuan ISD dan IPS
1) ISD atau Ilmu
Sosial Dasar adalah sebuah ilmu yang akan membahas dasar-dasar permasalahan
sosial. ISD ini serupa dengan IPS yang dipelajari dibangku SMA, hanya saja ISD
ini dikembangkan untuk perguruan tinggi.
Tujuan ISD sendiri
adalah agar mahasiswa mengetahui segala permasalahan yang ada di lingkungan
sosial dan diharapkan dapat memnemukan sosulis untuk menghadap permasalahan
tersebut.
2) IPS sendiri
adalah sebuah kelompok ilmu yang mencakup sejarah, geografi, ekonomi dan
sosiologi. IPS sudah ada sejak Sekolah Dasar, namun cabang ilmu yang ada baru
fokus dipelajari dibangku Sekolah Menengah Atas.
Tujuan IPS sendiri
adalah untuk memperkenalkan siswa terhadap dunia sosial melalui cabang ilmu
yang ada.
Persamaan dan Perbedaan ISD dan IPS
1)
Persamaan
· ISD dipelajari
di perguruan tinggi sedangkan IPS dipelajari di bangku sekolah
· ISD merupakan
mata pelajaran yang berdiri sendiri sedangkan IPS memiliki cabang ilmu yang lain
2)
Perbedaan
·
Keduanya
memiliki fokus yang sama terhadap lingkungan sosial
Ruang lingkup ISD
Ruang lingkup ISD tentu
sangat luas, yaitu menyangkut seluruh hubungan sosial yang ada di masyarakat.
Segala permasalahan sosial yang aada akan dibahas di ISD untuk ditemukan
solusinya.
PERTUMBUHAN PENDUDUK
Perkembangan dan Penggandaan Penduduk Dunia
Manusia diperkirakan
hidup di dunia sudah sekitar dua juta tahun yang lalu. Pada waktu itu jumlahnya
masih sangat sedikit. Bahkan pada 10.000 tahun sebelum masehi, penduduk dunia
diperkirakan baru sekitar 5 juta jiwa.
Namun demikian, pada tahun pertama setelah
masehi, jumlah penduduk dunia telah berkembang hampir mencapai 250 juta jiwa.
Dari tahun pertama setelah masehi, sampai kepada masa permulaan revolusi
industri di sekitar tahun 1750, populasi dunia telah meningkat dua kali lipat
menjadi 728 juta jiwa. Selama 200 tahun berikutnya (1750 – 1950) tambahan
penduduk sebanyak 1,7 milyar jiwa. Tetapi dalam 25 tahun berikutnya (1950 –
1975), ditambah lagi dengan 1,5 milyar jiwa, yang jika dijumlahkan seluruhnya
pada akhir tahun 1975 telah mencapai hampir 4 milyar jiwa.
Pada tahun 2005 jumlah penduduk dunia sudah
mencapai angka 6,45 milyar.
Faktor-Faktor Demografi yang Mempengaruhi
Pertambahan Penduduk
1. KELAHIRAN
Kelahiran merupakan faktor alami. Kelahiran adalah bertambahnya jumlah penduduk di suatu wilayah.
Kelahiran merupakan faktor alami. Kelahiran adalah bertambahnya jumlah penduduk di suatu wilayah.
2. KEMATIAN
Kematian merupakan faktor alami. Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen atau berkurangnya penduduk pada suatu wilayah.
Kematian merupakan faktor alami. Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen atau berkurangnya penduduk pada suatu wilayah.
3. PERPINDAHAN
Migrasi merupakan faktor non-alami. Faktor terakhir yang mempengaruhi kecepatan Perkembangan penduduk suatu daerah adalah Perpindahan (Migrasi) atau Mobilitas Penduduk yang artinya proses gerak penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dalam jangka waktu tertentu.
Migrasi merupakan faktor non-alami. Faktor terakhir yang mempengaruhi kecepatan Perkembangan penduduk suatu daerah adalah Perpindahan (Migrasi) atau Mobilitas Penduduk yang artinya proses gerak penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dalam jangka waktu tertentu.
Rumus
Tingkat Kematian yang Kasar, Rumus Tingkat Kematian Khusus dan Angka Kelahiran
·
KEMATIAN KASAR
CDR = D/P x K
Ket
:
CDR = Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K = Bilangan konstan 1000
CDR = Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K = Bilangan konstan 1000
·
KEMATIAN KHUSUS
ASDRx = Dx/Px x K
Ket
:
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
K = Bilangan konstan 1000
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
K = Bilangan konstan 1000
·
ANGKA KELAHIRAN
Angka kelahiran adalah angka yang menunjukkan bayi yang
lahir dari setiap 1000 penduduk per tahun. Angka kelahiran bayi dapat dibagi
menjadi tiga kriteria, yaitu:
1.
Angka kelahiran dikatakan tinggi
jika angka kelahiran > 30 per tahun.
2.
Angka kelahiran dikatakan sedang
jika angka kelahiran 20-30 per tahun.
3.
Angka kelahiran dikatakan
rendah jika angka kelahiran < 20 per tahun.
Pengertian Migrasi, Macam-Macam Migrasi, Proses
Migrasi dan Akibat Migrasi
·
Berikut adalah macam-macam migrasi :
1. Emigrasi adalah perpindahan penduduk
dari suatu negara ke negara lain.
2. Imigrasi adalah masuknya penduduk ke
dalam suatu daerah negara
3. Urbanisasi adalah perpindahan
penduduk dari desa ke kota.
4. Transmigrasi adalah perpindahan
penduduk antarpulau dalam suatu negara.
5. Remigrasi adalah kembalinya penduduk
ke negara asal setelah beberapa lama berada di negara orang lain.
·
PROSES
MIGRASI PENDUDUK DARI ASAL KE DAERAH TUJUAN :
1. Dalam memilih daerah tujuan para
imigran cenderung memilih daerah yang terdekat dengan
daerah asal
2. Kurangnya kesempatan kerja didaerah
asal dan adanya kesempatan kerja didaerah tujuan
merupakan salah satu alasan seseorang melakukan mobilitas penduduk
3. Informasi yang positif dari sanak
saudara, kerabat tentang daerah tujuan, merupakan sumber informasi yang penting dalam pengambilan keputusan
seseorang untuk berimigrasi
4. Informasi yang negatif yang dating
ari daerah tujuan, menyebabkan orang enggan untuk berimigrasi
5. Makin besar pengaruh daerah
perkotaan terhadap seseorang, makin tinggi frekuensi mobilitas orang tersebut
6. Makin tinggi pendapatan seseorang,
makin tinggi frekuensi mobilitas orang tersebut
7. Seseorang akan memilih daerah tujuan
dimana terdapat sanak saudara atau kenalan yang
berada didaerah tersebut
8. Migrasi masih akan terjadi apabila
di suatu daerah ada bencana alam (banjir, gempa bumi dll)
9. Orang yang berumur muda dan belum
berumah tangga lebih banyak mengadakan mobilitas
daripada orang yang sudah berusia lanjut dan berstatus kawin. Makin tinggi pendidikan seseorang, makin banyak
melaksanakan mobilitas penduduk.
·
AKIBAT
MIGRASI
1. Akan terjadi pertikaian didalam
suatu kota yang banyaknya imigrasi dikarenakan banyaknya orang yang bersuku
tidak sama, perbedaan sosial budaya, pola pikiran yang tidak sepaham, adab
tutur kata yang tidak sama, dan memandang suatu nilai orang
2. Akan cepatnya terjadi bencana alam,
karena apabila imigran datang tentu saja mereka mencari tempat tinggal, maka
lahan penghijauan pun menjadi sasaran untuk dibuatnya perumahan sehingga untuk
resapan air pun berkurang sehingga akan terjadi bencana alam banjir dan juga
wabah penyakit
3. Kesehatan menjadi harga yang lebih
mahal di dalam kota migrasi karena, makin banyak imigran yang datang dengan
membawa alat kendaraannya dan juga elektronik yang mempunyai radiasi dan polusi
pun dimana-mana
4. Area perkuburan yang makin sempit
dikarenakan lahan yang letaknya seharusnya menjadi area pemakaman justru dibuat
mall, jalan raya besar, dan juga fasilitas prasarana lainnya
5. Lahan pekerjaan yang sempit karena
banyaknya orang yang mau menetap di kota migrasi dengan mencari uang tetapi
sudah banyaknya lahan pekerjaan yang diambil orang dan juga peluang bisnis yang
area penjualannya sangat sempit
Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
Secara
garis besar kebudayaan Indonesia dapat kita klasifikasikan dalam dua kelompok
besar. Yaitu Kebudayaan Indonesia Klasik dan Kebudayaan Indonesia Modern.
1. KEBUDAYAAN KLASIK
Kebudayaan
klasik di Indonesia terjadi pada masa kerajaan-kerajaan di Indonesia. Para
ahli kebudayaan telah mengkaji dengan sangat cermat akan kebudayaan klasik ini.
Mereka memulai dengan pengkajian kebudayaan yang telah ditelurkan oleh
kerajaan-kerajaan di Indonesia. Mereka mempelajari semua dimensi tanpa ada yang
dikesampingkan. Adapun dimensi yang sering ada adalah seperti agama, tarian,
nyanyian, wayang kulit, lukisan, patung, seni ukir, dan hasil cipta lainnya.
2. KEBUDAYAAN MODERN
Kebudayaan
Indonesia modern dimulai ketika bangsa Indonesia merdeka. Bentuk dari deklarasi
ini menjadikan bangsa Indonesia tidak dalam kekangan dan tekanan. Dari sini
bangsa Indonesia mampu menciptakan rasa dan karsa yang lebih
sempurna. Pada masa pemerintahan awal soekarno nama Indonesia mulai di
kenal di luar negri. Kemajuan teknologinya pun juga mengalami kemajuan yang
pesat, seperti kita berhasil membuat pesawat buatan sendiri dan teknologi
lainnya. Kita juga mempunyai keanekaragaman budaya yang bervariasi dan khas di
setiap daerah serta kesenian-keseniannya. Secara agama meskipun kita mempunyai
5 agama yang berbeda tetapi kita dapat hidup rukun dan damai satu sama lain.
Perkembangan
budaya di Indonesia mengalami naik turun. Pada awalnya masyarakat
Indonesia mempunyai banyak peninggalan kebudayaan yang ditinggalkan oleh nenek
moyang terdahulu. Akan tetapi, akhir-akhir ini kebudayaan tersebut mulai
terlupakan seiring dengan munculnya kebudayaan yang lebih modern. Semakin
majunya arus globalisasi juga membuat rasa cinta terhadap kebudayaan sendiri
berkurang, dan hal tersebut berdampak tidak baik terhadap budaya di Indonesia.
Terlalu banyaknya kehidupan asing yang masuk ke Indonesia juga dapat
menghilangkan kebudayaan asli Indonesia. Apabila budaya asing masuk ke
Indonesia, dan tidak ada lagi kesadaran dari masyarakat untuk mempertahankan
dan melestarikannya, maka dapat dipastikan masyarakat Indonesia tidak akan
dapat lagi melihat kebudayaan Indonesia kedepan.
Kemajuan
dalam bidang teknologi dan peralatan hidup, masyarakat pada saat ini dapat
bekerja secara cepat dan efisien karena adanya peralatan yamg mendukungnya
sehingga dapat mengembangkan usahanya dengan lebih baik lagi. Dengan demikian,
perkembangan budaya di Indonesia memiliki dampak positif dan negatif.
Dampak Positif dapat berupa :
1.
Peningkatan dalam bidang sistem
teknologi, Ilmu Pengetahuan, dan ekonomi.
2.
Terjadinya pergeseran struktur
kekuasaan dari otokrasi menjadi oligarki.
3.
Mempercepat terwujudnya pemerintahan
yang demokratis dan masyarakat madani dalam skala global.
4. Tidak mengurangi ruang gerak
pemerintah dalam kebijakan ekonomi guna mendukung pertumbuhan ekonomi
jangka panjang.
5.
Tidak berseberangan dengan
desentralisasi.
6.
Bukan penyebab krisis ekonomi.
Pengaruh Negatif berupa :
1. Menimbulkan perubahan dalam gaya
hidup, yang mengarah kepada masyarakat yang konsumtif
komersial. Masyarakat akan minder apabila tidak menggunakan pakaian yang
bermerk (merk terkenal).
2. Terjadinya kesenjangan budaya.
Dengan munculnya dua kecenderungan yang kontradiktif. Kelompok yang
mempertahankan tradisi dan sejarah sebagai sesuatu yang sakral dan penting
(romantisme tradisi). Dan kelompok ke dua, yang melihat tradisi sebagai produk
masa lalu yang hanya layak disimpan dalam etalase sejarah untuk dikenang
(dekonstruksi tradisi/disconecting of culture).
3. Sebagai sarana kompetisi yang
menghancurkan. Proses globalisasi tidak hanya memperlemah posisi negara
melainka juga akan mengakibatkan kompetisi yang saling menghancurkan.
4. Sebagai pembunuh pekerjaan. Sebagai
akibat kemajuan teknologi dan pengurangan biaya per unit produksi, maka output
mengalami peningkatan drastis sedangkan jumlah pekerjaan berkurang secara
tajam.
5. Sebagai imperialisme budaya. Proses
globalisasi membawa serta budaya barat, serta kecenderungan melecehkan
nilai-nilai budaya tradisional.
6. Globalisasi merupakan kompor bagi
munculnya gerakan-gerakan neo-nasionalis dan fundamentalis.. Proses globalisasi
yang ganas telah melahirkan sedikit pemenang dan banyak pecundang, baik
pada level individu, perusahaan maupun negara. Negara-negara yang harga
dirinya diinjak-injak oleh negara-negara adi kuasa maka proses
globalisasi yang merugikan ini merupakan atmosfer yang subur bagi
tumbuhnya gerakan-gerakan populisme, nasionalisme dan fundamentalisme.
7.
Malu menggunakan budaya asli
Indonesia karena telah maraknya budaya asing yang berada di wilayah Indonesia.
Kebudayaan Barat
Budaya Barat (kadang-kadang
disamakan dengan peradaban Barat atau peradaban Eropa), mengacu pada budaya yang berasal dari Eropa.
Istilah “budaya Barat” digunakan sangat luas untuk merujuk
pada warisan norma-norma sosial, nilai-nilai
etika, adat istiadat, keyakinan agama, sistem politik, artefak
budaya khusus, serta teknologi. Secara spesifik, istilah budaya Barat dapat ditujukan
terhadap:
· Pengaruh budaya Klasikdan Renaisans Yunani–Romawi dalam hal seni, filsafat, sastra, dan tema hukum dan tradisi, dampak sosial budaya dari periode
migrasi dan warisan budaya Keltik, Jermanik, Romanik, Slavik, dan kelompok etnis lainnya, serta dalam hal tradisi rasionalisme dalam berbagai bidang kehidupan yang dikembangkan
oleh filosofi
Helenistik, skolastisisme, humanisme, revolusi ilmiah dan pencerahan, dan termasuk pula pemikiran politik, argumen
rasional umum yang mendukung kebebasan berpikir, hak asasi manusia, kesetaraan dan nilai-nilai demokrasi yang menentang irasionalitas dan teokrasi.
· Pengaruh budaya Alkitab–Kristiani dalam hal pemikiran rohani, adat dan
dalam tradisi etika atau moral, selama masa Pasca
Klasik.
· Pengaruh budaya Eropa Baratdalam hal seni, musik, cerita rakyat, etika dan tradisi
lisan, dengan tema-tema yang dikembangkan lebih lanjut selama masa Romantisisme. Konsep budaya Barat umumnya terkait dengan definisi klasik dari Dunia Barat. Dalam definisi ini, kebudayaan Barat adalah himpunan sastra, sains, politik, serta prinsip-prinsip artistikdan filosofi yang membedakannya dari peradaban lain. Sebagian besar rangkaian tradisi dan pengetahuan
tersebut umumnya telah dikumpulkan dalam kanon
Barat. Istilah ini juga telah
dihubungkan dengan negara-negara yang sejarahnya amat dipengaruhi oleh imigrasi
atau kolonisasi orang-orang Eropa, misalnya seperti negara-negara di benua Amerika dan Australasia, dan tidak terbatas hanya oleh imigran dari Eropa
Barat. Eropa
Tengah juga dianggap sebagai
penyumbang unsur-unsur asli dari kebudayaan Barat.
Beberapa
kecenderungan yang dianggap mendefinisikan masyarakat Barat modern, antara lain dengan adanya pluralisme politik, berbagai subkultur atau budaya
tandingan penting (seperti
gerakan-gerakan Zaman
Baru), serta peningkatan sinkretisme budaya sebagai akibat dari globalisasi dan migrasi manusia.
INDIVIDU,
KELUARGA, DAN MASYARAKAT
Pengertian Individu
Individu
adalah adalah organisme tunggal. Organisme yang hidupnya berdiri sendiri,
secara fisiologi ia bersifat bebas dan tidak mempunyai hubungan organik dengan
sesamanya.
Pengertian Pertumbuhan.
Adalah Perubahan alamiah secara kuantitatif pada segi
jasmaniah / fisik dan menunjukkan kepada suatu fungsi tertentu yang baru dari
organisme/ individu
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan.
Pertambahan penduduk pada
dasarnya dipengaruhi oleh faktor – faktor demografi sebagai berikut :
I. Kematian (Mortalitas)
II. Kelahiran (Natalitas)
III. Migrasi (Mobilitas)
Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami, sedangkan perpindahan penduduk dinamakan faktor non alami. Di dalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingkat/rate. Tingkat/rate adalah ukuran frekuensi suatu penyakit atau peristiwa/kejadian tertentu yang terjadi pada suatu populasi selama periode waktu tertentu, dibandingkan dengan jumlah penduduk yang menanggung resiko tersebut.
Pengertian Fungsi Keluarga dan
Macam-Macam Fungsi Keluarga.
Fungsi keluarga adalah suatu
pekerjaan- pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh keluarga.
Macam-macam Fungsi Keluarga:
1. Fungsi
Biologis
Persiapan perkawinan yang perlu dilakukan oleh
orang-orang tua bagi anak anaknya dapat berbentuk antara lain pengetahuan
tentang kehidupan sex bagi suami isteri, pengetahuan untuk mengurus rumah
tangga bagi ang isteri, tugas dan kewajiban bagi suami, memelihara pendidikan
bagi anak-anak dan lain-lain. Setiap manusia pada hakiaktnya terdapat semacam
tuntutan biologis bagi kelangsungan hidup keturunannya, melalui perkawinan.
2. Fungsi
pemeliharaan
Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap
anggotanya dapat terlindung dari gangguan-gangguan, seperti:
·
gangguan udara
dengan berusaha menyediakan rumah
·
gangguan penyakit
denagan menyediakan obat-obatan
·
gangguan bahaya
dengan berusaha menyediakan senjata atau pengamanan lainnya.
3. Fungsi
Ekonomi
Keluarga berusaha menyelenggarakan kebutuhan pokok
manusia, yaitu:
·
Kebutuhan makan dan
minum
·
Kebutuhan pakaian
untuk menutup tubuhnya
·
Kebutuhan tempat
tinggal seperti rumah.
4. Fungsi
Keagamaan
Keluarga diwajibkan
untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama kepada
setiap anggotanya sebagai manusia yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
5. Fungsi
Sosial
Dengan fungsi ini kebudayaan
yang diwariskan itu adalah kebudayaan yang telah dimiliki oleh generasi tua,
yaitu ayah dan ibu, diwariskan kepada anak-anaknya dalam bentuk antara lain
sopan santun, bahasa, cara bertingkah laku, ukuran tentang baik burukna perbuatan
dan lain-lain.
Dengan fungsi ini keluarga
berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal-bekal selengkapnya dengan
memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakat serta
mempelajari peranan-perananyang diharapkan akan mereka jalankan keak bila
dewasa. Dengan demikian terjadi apa yang disebut dengan istilah sosialisasi.
Fungsi-fungsi keluarga dalam sosial meliputi
beberapa hal sebagai berikut:
·
Pembentukan
kepribadian
·
Sebagai alat
reproduksi
·
Keluarga merupakan
eksponen dari kebudayaan masyarakat
·
Sebagai lembaga
perkumpulan perekonomian
·
Keluarga berfungsi
sebagai pusat pengasuhan dan pendidikan
·
Membina anak dalam
bersosialisasi
·
Meneruskan nilai-nilai budayanya.
5. Fungsi
Pendidikan
·
Menyekolahkan anak
untuk memberikan pengetahuan dan membentuk perilaku anak
·
Mempersiapkan anak
untuk masa depannya.
·
Mendidik anak
sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangannya.
Pengertian Keluarga.
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas
kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat
di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Pengertian Masyarakat.
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society)
adalah sekelompok orang yang
membentuk sebuah sistem semi
tertutup (atau semi terbuka), di mana sebagian besar interaksi adalah antara
individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata
"masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak.
Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan
antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling
tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu
sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
2 Golongan Masyarakat.
1.
Masyarakat sederhana.
Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola
pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin.
Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari
latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan
pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yagn buas saat itu.
2.
Masyarakat Maju.
Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau
lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh
dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
Dalam lingkungan masyarakat maju, dapat dibedakan.
Perbedaan Antara Kelompok
Masyarakat Non-Industri Dengan Masyarakat Industri
1. Masyarakat
non industri
Secara garis besar, kelompok ini dapat digolongkan menjadi
gua golongan yaitu kelompok primer dan kelompok sekunder. Dalam kelompok
primer, interaksi antar anggotanya terjadi lebih intensif, lebih erat, lebi
akrab. Kelompok ini disebut juga kelompok face to face group.Sifag interaksi bercirak
kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian
tugas pada kelompok ini dititik berakan pada kesadaran, tanggungjawab para
anggotadan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara sukarela. Dalam
kelompok sekunder terpaut saling hubungan tidak langsung, formal, juga kurang
bersifat kekeluargaan. Oleh krn itu sifat interaksi, pembagian kerja, diatur
atas dasar pertimbangan-pertimbagnan rasional obyektif. Para anggota menerima
pembagian kerja atas dasar kemampuan / keahlian tertentu, disamping dituntut
target dan tujuan tertentu yang telah ditentukan.
2. Masyarakat Industri
Durkheim mempergunakan variasi pembangian kerja sebagai dasar
untuk mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya. Akan
tetapi is lebih cenderung mempergunakan dua taraf klasifikasi, yaitu yang
sederhana dan yang kompleks. Masyarakat-masyarakat yang berada di tengah kedua
eksterm tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 : 190).
Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakintinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah men2enal pengkhususan.Otonomi sejenis, juga menjadi ciri daribagian/ kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Makna Individu, Makna Keluarga,
Makna Masyarakat
· MAKNA INDIVIDU
Manusia adalah makhluk individu. Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapatdipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya. Pendapat lain bahwa manusia sebagai makhluk individu, tidak hanya dalam arti makhluk keseluruhan jiwa raga, melainkan juga dalam arti bahwa tiap-tiap orang itu merupakan pribadi (individu) yang khas menurut corak kepribadiannya, termasuk kecakapan-kecakapan serta kelemahan-kelemahannya.
Manusia adalah makhluk individu. Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapatdipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya. Pendapat lain bahwa manusia sebagai makhluk individu, tidak hanya dalam arti makhluk keseluruhan jiwa raga, melainkan juga dalam arti bahwa tiap-tiap orang itu merupakan pribadi (individu) yang khas menurut corak kepribadiannya, termasuk kecakapan-kecakapan serta kelemahan-kelemahannya.
· MAKNA KELUARGA
Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah group yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan wanita, perhubungan mana sedikit banyak berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak.
Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah group yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan wanita, perhubungan mana sedikit banyak berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak.
·
MAKNA
MASYARAKAT
Dalam arti yang luas masyarakat dimaksud
keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama tidak dibatasi oleh
lingkungan, bangsa dan sebagainya, atau dengan kata lain : kebulatan dari semua
perhubungan dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti sempit masyarakat dimaksud
sekelompok manusia yang dibatasi aspek-aspek tertentu, misalnya teritorial,
bangsa, golongan, dan sebagainya.
Hubungan Antara Individu,
Keluarga dan Masyarakat.
Hubungan antara individu keluarga dan
masyarakat adalah kita sebagai individu perlu berinteraksi atau bersosialisasi
didalam kemasyarakatan. Karena kita diciptakan untuk hidup saling membutuhkan
dan tolong menolong antar sesama individu baik dikeluarga maupun masyarakat.
Kita dilahirkan sebagai individu, kemudian kita dibesarkan dan dididik
dikeluarga kita masing-masing, yaitu oleh orangtua. Orangtua adalah orang-orang
yang pertama kalinya mendidik dan mengarahkan kita sebelum kita mengenal dunia
luar. Dan didalam keluarga kita bisa mengadakan interaksi-interaksi atau
komunikasi-komunikasi, baik kepada orangtua maupun kepada adik-adik atau
kakak-kakak kita. Setelah itu kita berinteraksi di masyarakat. Baik keluarga
maupun masyarakat pastinya akan memberikan dampak positf bahkan dampak negatif
kepada kita, baik dalam aspek pergaulan, pengetahuan, tingkah laku, kesopanan,
dsb. Maka dari itu saya menyimpulkan bahwa antara individu, keluarga, dan
masyarakat saling berkaitan satu dengan yang lainnya.
Pengertian Urbanisasi dan Proses
Terjadinya Urbanisasi.
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah
yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara
desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial
kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung
dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak
hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu
masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Proses
Terjadinya Urbanisasi di
karenakan faktor urbanisasi, antara lain factor – factor urbanisai di bagi
menjadi 3 yakni :
A. Faktor
Penarik Terjadinya Urbanisasi
1. Kehidupan
kota yang lebih modern
2. Sarana
dan prasarana kota lebih lengkap
3. Banyak
lapangan pekerjaan di kota
4. Pendidikan
sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
B. Faktor Pendorong
Terjadinya Urbanisasi
1. Lahan pertanian semakin sempit
2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat
asalnya
3. Menganggur karena tidak banyak lapangan
pekerjaan di desa
4. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
5. Diusir dari desa asal
6. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
C. Keuntungan
Urbanisasi
1. Memoderenisasikan warga desa
2. Menambah pengetahuan warga desa
3. Menjalin kerja sama yang baik antarwarga
suatu daerah
4. Mengimbangi masyarakat kota dengan
masyarakat desa
Sumber :
https://alvinmod.wordpress.com/2014/11/10/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-pertumbuhan-penduduk/
http://irwanoktafiandi.blogspot.com/2010/11/pengertian-fungsi-keluarga-dan-macam.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga
https://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
http://fajarhariawan.blogspot.com/2016/10/6-makna-individu-keluarga-dan-masyarakat.html
http://anugrahdwitama.blogspot.com/2014/11/pengertian-urbanisasi-beserta-proses.html
Komentar
Posting Komentar